Hari keempat trip di Togean saya dan Mika hanya snorkling di depan cottage Pulau Kadidiri, untuk gabung dengan traveler lain sudah full booked. Kami hanya menghabiskan setengah hari di Kadidiri dan lanjutin perjalanan ke Pulau Katupan. Kami milih pulau itu karena di sana ada perkampungan, desa Katupan juga berhadapan dengan Pulau Pengempa aka Tomken Island pulau kecil yang hanya berisi satu resort, pemiliknya dan dikelola oleh keluarga warga Katupat sendiri, mereka juga punya penginapan yang lebih murah di Pulau Katupat. Jadi kalo mau mampir di desa Katupat bisa pilih penginapan di situ lalu gabung ikut trip share cost dengan traveler di pulau Pangempa.
Showing posts with label Wonderful Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Wonderful Indonesia. Show all posts
Thursday, August 6, 2015
Kepulauan Togean (3)
Labels:
Ampana,
Backpaker,
Bajo,
Kadidiri,
KadidiriIsland,
Kepulauan Togean,
Laut,
Togean,
TogeanIsland,
Tojo Unauna,
Touna,
wisata,
Wonderful Indonesia
Tuesday, May 5, 2015
#Kepulauan Togean (2)
2. Pulau Kadidiri
Dari Pulau Enam kami menuju Wakai di hari ke-3 trip, diantar pake perahu ketinting sama sepupu yang kebetulan mau belanja ke pasar Wakai. Pasar terbesar sebagai sentra ekomoni di kepulauan ini ada disana, desa paling rame, falisitas perkantoran, kesehatan, pendidikan ada di Wakai, disini juga pintu gerbang menuju dan kembali dari Kepulauan Togean. Konon sudah diresmikan rumah sakit paling modern se-Sulteng untuk fasilitas pendukung destinasi wisata unggulan. Suasana pelabuhan Wakai masih sepi, hanya perahu-perahu parkir yang penuh di pinggir tanggul pelabuhan, sambil nunggu kapal kami cari warung terdekat untuk neduh dan cari minuman dingin. Maklum sudah berada digaris ekuator jadi panasnya poool guys.
Di Wakai juga baru nemuin jaringan hp lagi, di Pulau Enam hanya ada di satu titik jadi tempat itu kaya antrean wartel :-p. Setelah dapat jaringan baru kita coba hubungi ini itu, si Mika coba kontak CP beberapa resort dan cottage untuk volunteer disana. Salah satunya anak pemilik resort di Kadidiri yang intens komunikasi dengan Mika. Siang itu dua kapal skaligus sandar di dermaga Wakai, KM Lumba-lumba dan Togean yang baru saja tiba dari Ampana dan siap menuju ke pulau-pulau. Makanya waktu kapal-kapal bunyiin klaksonnya kami buru-buru naik ke salah satu kapal taunya untuk ke Pulau Kadidiri tinggal lanjut pake perahu sewa atau taxi perahu aja. hahaha. konyol turun dari kapal satu naik ke kapal satu lagi, taunya pake perahu.
Di Wakai juga baru nemuin jaringan hp lagi, di Pulau Enam hanya ada di satu titik jadi tempat itu kaya antrean wartel :-p. Setelah dapat jaringan baru kita coba hubungi ini itu, si Mika coba kontak CP beberapa resort dan cottage untuk volunteer disana. Salah satunya anak pemilik resort di Kadidiri yang intens komunikasi dengan Mika. Siang itu dua kapal skaligus sandar di dermaga Wakai, KM Lumba-lumba dan Togean yang baru saja tiba dari Ampana dan siap menuju ke pulau-pulau. Makanya waktu kapal-kapal bunyiin klaksonnya kami buru-buru naik ke salah satu kapal taunya untuk ke Pulau Kadidiri tinggal lanjut pake perahu sewa atau taxi perahu aja. hahaha. konyol turun dari kapal satu naik ke kapal satu lagi, taunya pake perahu.
Labels:
Backpaker,
Bajo,
Kadidiri,
KadidiriIsland,
Kepulauan Togean,
Laut,
PulauKadidiri,
Sulteng,
Togean,
TogeanIsland,
Tojo Unauna,
Touna,
Traveling,
Wonderful Indonesia
Thursday, September 11, 2014
Pantai Ga Ada Laut
![]() |
| 100 % sands of the beach |
Teman ane dari Jerman dalam perjalanan 3 months traveling ngubek-ngubek Asia-Australia. Sulawesi dipilih sebagai ending, sebelum terbang ke Singapura. Ngambil rute sesuai dengan yang ane saranin: Manado - Gorontalo -Togean - Ampana - Poso - Tana Toraja - Makassar. Malam itu berenti tepat di depan rumah, naik Touna Travel jurusan Ampana - Poso tepat jam 10.00 WITA malam setelah nunggu sekitar 3 jam. Doi namanya Anjuli, kedengeran rada-rada India tapi Juli nih bener asli Deutschland Mädchen.
Ceritanya malam tuh ane welcoming sebagai tuan rumah yang bae, yah adalah welcome drink ma cemilan. Untuk lunch dah abis secara udah jam 10.00 lebih. Kalo mo makan bisa cari diluar silahkan pake motor ane, tapi ternyata si Juli udah ngantuk. Doi cuma skedar nanya tentang Poso dan sekitarnya sama what must to do dua malam di Poso. Dikit-dikit ane ceritain Tentang Poso yang dikenal dengan Kerusuhan yang berkepanjangan bisa jadi itu bagian dari kebanggaan. Sejarah singkat Poso, sosiologi, antropologi, kuliner, ampe nemmuin titik terang destinasi besok pagi yaitu Salopa dan Siuri.
Labels:
Air terjun,
bancea,
Bare'e,
Budaya,
goa latea,
Kota Poso,
Pamona,
Poso,
Poso Aman,
Poso Damai,
Poso Gaga,
Poso Indah,
Poso Kota,
siuri,
Sulewana,
Sulteng,
Tana Poso,
Tanah Poso,
Tegalrejo,
Wonderful Indonesia
Saturday, March 8, 2014
Segarnya Air Salopa
| Tingkat 12 |
Tepat satu minggu lalu, setelah bangun pagi dan sarapan Saya iseng-iseng sengaja membuka kembali folder foto ketika ke Flores pertengahan lalu. Klikan mouse mengikuti arah kursor membawa saya kembali ke fantasi Cunca Rami dan Cunca Lolos, di siang hari yang terik loncat, nyebur ke aliran air terjun. Wah bbrrrr.. pasti seger, dalam pikiran Saya makin terangkai imagina visi seperti hayalan anak-anak yang liar tapi nyata. Semakin lama membawa saya dalam tour virtual singkat dalam album itu makin ga bisa ditahan, kayanya harus jalan cari air terjun nih.
Air Terjun Salopa di desa Wera, Kecamatan Pamona Pusalemba, Kabupaten Poso, tujuan yang paling akrab di telinga saya selama ini namun lebih dari sepuluh dekade belum pernah sekalipun saya kunjungi ;), maklum anak rantau. Air Terjun Salopa berada di Kota Wisata Tentena katanya, sekitar empat belas kilo meter dari pusat kota kecamatan Pamona Pusalemba, atau dua jam perjalan menggunakan kendaraan bermotor dari Kota Poso. Air terjun di tanah kelahiran saya ini meluncur daras dari bukit masih dipenuhi pohon-pohon hutan tropis Sulawesi yang berketinggian 25 meter. Terjangan air dari tinggakat paling tinggi, tingkat 12 mengalir hingga bermuara pada sungai kecil yang membelah desa di bawah bukit.
Labels:
Air terjun,
bancea,
Budaya,
goa latea,
Pamona,
Poso,
Poso Aman,
Poso Damai,
Poso Gaga,
Poso Indah,
Poso Kota,
siuri,
Sulteng,
Tana Poso,
Tanah Poso,
Tentena,
wisata,
Wonderful Indonesia
Sunday, February 9, 2014
Melihat Poso dari bawah laut
| Pantai Imbo 'Tegalrejo' |
Pantai Imbo, dulunya orang lebih sering bilang pantai Tegalrejo karena berada di kelurahan Tegalrejo atau orang-orang Poso lebih familiar dengan Tegalrejo pante. Nama pantai itu berasal dari nama seorang supir angkutan umum korban penembakan di tegalrejo Pante satu dekade silam. Seandainya Pak Imbo masih hidup mungkin dia punya kans untuk jadi bupati Poso atau Caleg DPRD dengan popularitas namanya itu. Dalu ga banyak masyarakat Poso yang memanfaatkan Pantai Imbo sebagai tempat rekreasi, karena kalah pamor dengan Pantai Toini, Pantai Madale & Pantai Matako. Namun seiring dengan lenyapnya tiga pantai lainnya sebagai pantai wisata, Pantai Imbo di kelurahan Tegalrejo lah menjadi satu-satunya tempat rekreasi murah-meriah dan relatif bagus bagi masyarakat Poso.
Labels:
Jalan-jalan,
lokal,
Madale,
Pantai,
Pantai Imbo,
Poso,
Poso Aman,
Poso Damai,
Poso Gaga,
Poso Indah,
Poso Kota,
Sulteng,
Tana Poso,
Tanah Poso,
Tegalrejo,
Traveling,
Wonderful Indonesia
Sunday, January 12, 2014
Merah Muda Erotis
![]() |
| Pink Beach |
Tak ada yang pernah tau, ketika dulu seorang sahabat yang akrab saya panggi Kotek menceritakan pengalaman kecilnya berkunjung ke Labuan Bajo, Flores bersama ayahnya yang bekerja di Freeport. Jatah tiket pesawat untuk liburan membawa mereka ke sana. Ia menceritakan jernihnya air disana dan keindahan daerah tersebut. Saya yang antusias mendengar cerita itu, tidak mengutarakan keinginan, hanya mengucapkan niat tegas dalam hati, "Saya harus ke Flores, Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Bagaimanapun caranya dan kapanpun itu". My dream comes true, saya tidak pernah memadamkan mimpi dan cita-cita saya seingat saya kala itu masih tahun-tahun awal kuliah. Mimpi itu sepele ya, bermimpilah mumpung masih gratis sebelum para kapitalis menjadikan mimpi sebagai komoditi berbayar. Dan jangan matikan mimpi, berimajinasilah dengan mimpi-mimpi itu seperti kita kecil dulu, yang namanya rezeki itu sudah ada yang ngatur dengan jalan yang tak terduga-duga atau berdarah-darah mungkin pula dengan ketimpuk. Keep dream and fight for that!
Labels:
Backpacker,
Flores,
Indonesia,
Jalan-jalan,
Labuan Bajo,
Manggarai,
NTT,
Pink Beach,
Pulau Komodo,
Snorkling,
Traveling,
Wonderful Indonesia
Wednesday, January 8, 2014
T.N. Komodo, Pamungkas di Barat Flores
![]() |
| Si kadal raksasa Indonesia |
Perjalanan dari ujung barat akhirnya kembali ke ujung barat lagi dalam dua bulan. Ratusan desa sudah dikunjungi, dengan ratusanan orang saling berkenalan, tak terhitung berapa orang sudah ditanya ke mana arah desa ini itu. Lalu kembali lagi ke arah barat dengan keinginan yang telah terucapkan, jika balik lagi ke Labuan Bajo harus ke Komodo, Rinca, Pantai Pink, dan tempat lain di wilayah TNK. Menyisihkan sebagian dari gaji mingguan, penginapan turun level dari penginapan bagus, baik, layak hingga masuk kost-kostan dengan kamar mandi dipemandian umum bersama masyarakat sekitar demi destinasi se-kece TNK.
Dua hari bertugas sebagai 'menteri urusan luar angkasa' istilah yang kami pakai untuk jangkauan kerja di daerah tejauh, berangkat pagi dan pulang paling sore bahkan malam. Untuk menteri urusan luar negeri yah, berangkat pagi dan pulang paling lambat pukul lima sore. Perjalanan dinas yang terakhir saya lakukan menyisir jalur Labuan Bajo - Lembor. Pagi hari itu pula masa sewa tiga hari penginapan layak milik warga Sulawesi Selatan, kamar berdinding triplex, dua kasur untuk empat orang, tidur siang hari dijamin sangat panas ;) . Untuk tiga hari terakhir di Flores, wajib hukumnya mencari low budget setidaknya untuk sekedar menyimpan logistik, karena kami akan berada di kapal selama dua hari. Berdasarkan informasi dan petunjuk akhirnya sebuah kost-kostan tak jauh dari Kantor Bupati jadi pilihan, kamar relatif besar, ada dapur, ada kamar mandi, istilah mahasiswa 'kamar mandi dalam' namun keyataannya untuk mandi kami ahrus melakukan diluar kamar.
Labels:
Backpacker,
Bajo,
Budaya,
Flores,
Indonesia,
Labuan Bajo,
Manggarai,
NTT,
pengetahuan,
Pink Beach,
Pulau Bidadari,
Pulau Kambing,
Pulau Komodo,
Rinca,
Snorkling,
Traveling,
wisata,
Wonderful Indonesia
Wednesday, December 4, 2013
Capres Ilegal & Undangan di Maumere
![]() |
| Campur-campur |
Kabupaten Sikka
kali ini adalah kali kedua kami lintasi setelah sebelumnya ketika menyisir ke
arah timur Flores tepatnya memulai pekerjaan dari wilayah Kabupaten Flores
Timur. Saya teringat ketika betapa lamanya perjalanan yang kami rasakan
untuk tiba di Maumere ibu kota Kabupaten Sikka. Yang kami khawatirkan adalah
lapu si gesit irit sedang ngambek hari itu, perjalanan yang kami mulai dari
Bajawa pagi itu sedikit menimbulkan tekanan pada kami. Satu persatu petunjuk
jalan yang menjadi patokan kami telah habis menunjukkan arah jalan di Sikka,
namun belum saja menunjukkan kemana arah Maumere. Sekali kami temukan petunjuk
jalan yang bertuliskan Maumere, diatasnya beranak lima daerah sebelum Maumere,
belum lagi ketika siluet dilangit mulai muncul kami mendapatkan informasi dari
warga bahwa kurang dari satu jam setelah desa mereka sudah memasuki Maumere.
Labels:
Backpacker,
Budaya,
Eksotis,
Ende,
Flores,
Hidden pardise,
Indonesia,
Jalan-jalan,
lokal,
Maumere,
NTT,
Traveling,
wisata,
Wonderful Indonesia
Lagi-lagi Air Terjun & Pantai Tersembunyi
Suhu udara Ende
sangat terik ketika rombongan kami tiba. Berkeliling beberapa kali mendekat ke
plang-plang bertuliskan penginapan, menanyakan harga dan negosiasi untuk
mendapatkan appropriate budget menginap
dalam beberapa hari di Ende. Pilihan jatuh pada penginapan diseberang landasan
pacu Bandara Ende, jadi kebayang bisingnya meskipun penerbangan jarang-jarang
sehari semalam hanya sekitar kurang dari 10 penerbangan. Setelah semua kendaraan parker di
penginapan, semua personil loading backpack masing-masing lalu loading box
kertas. Suasana penginapan tengang, banyak mempekerjakan anak-anak muda
laki-laki & perempuan. Pemiliknya dua orang saudara Ibu hajjah kami
memanggilnya, garangnya akan keluar kalau karyawanna kedapatan tidak sholat
subuh maka dengar saja suara semprotan pada karyawan itu di ruangan paling
depan penginapan.
Labels:
Air terjun,
Backpacker,
Budaya,
Eksotis,
Ende,
Flores,
Hidden pardise,
Indonesia,
Kedubodu,
Labuan Bajo,
lokal,
Manggarai,
NTT,
Pantai,
Pantai Cincin,
Pantai Ria,
Traveling,
waterfall,
wisata,
Wonderful Indonesia
Kampung Adat Wologai
![]() |
| Gapura dibelakang Kantor Desa |
Perjalanan pagi
hari itu Saya masih bersama Byllan menunggangi 'si gesit irit' Suzuki Smash biru,
mengitari Kecamatan Detusoko. Sebagai rider hari itu Saya sangat tidak peduli
dengan desa mana yang akan dikunjungi, bagaimana jalur yang akan dilewati,
tugas Saya hanya megang stang setir. Anyway, Saya pernah mendengar cerita sakral
yang luar biasa di Kabupaten Ende ini, Saya tidak pernah tau kalau cerita yang
keluar dari mulut Pak Cen ketika kami tengah menikmati kopi ternyata
backgroud-nya adalah Desa Wologai. Beruntungnya Saya bisa melihat bukti tempat
yang keasliannya tinggal cerita, meskipun telah dibangun kembali.
Labels:
Backpacker,
Budaya,
Eksotis,
Flores,
Indonesia,
Jalan-jalan,
NTT,
pengetahuan,
Traveling,
wisata,
Wonderful Indonesia
Subscribe to:
Posts (Atom)







